Home

Makna Kebangkitan Nasional Bagi Generasi Muda

 


Seratus tahun lebih yang lalu, tanggal 20 Mei digalang kekuatan oleh para pemuda di wilayah nusantara ini untuk menyatukan tekad bangkit dari keadaan sebagai negeri terjajah. Kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

RENTETAN perjuangan dengan gelimang perngorbanan yang tak terhitung berujung pada tercapainya tujuan merdeka pada  17 Agustus 1945 lalu. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita kebangkitan nasional sudah tercapai. Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini, apakah pesan dari ‘Hari Kebangkitan Nasional’ sudah benar-benar terwujud di segala lini kehidupan Bangsa Indonesia?

Tentu salah satu indikator penilaian, tidak akan terlepas dari kondisi dunia pendidikan kita sendiri. Apakah dunia pendidikan sudah benar-benar sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Lalu bagaimana dengan para pelajar, mahasiswa, dan generasi muda dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini?

Sama halnya dengan Hari Pendidikan, pelajar dan generasi muda harus memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan bangkit untuk mencapai prestasi yang gemilang. Dengan kata lain, harus bangkit dari keterpurukan dan menyongsong masa depan dengan memperbaiki, meningkatkan, atau mempertahankan prestasi yang sudah ada.

Selain itu, pelajar dan generasi muda juga harus bisa menjawab tantangan di zaman yang serba canggih ini, bisa mengikuti perkembangan teknologi dan turunannya. Begitu juga dengan  kemajuan pembangunan fisik berupa sekolah dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sampai pelosok daerah, menandakan pesan kebangkitan nasional di bidang pendidikan mulai tercapai. Di Sumsel, pemerataan dunia pendidikan terus dilakukan dengan memberikan fasilitas fisik dan teknologi sampai ke pelosok negeri.

Sementara itu momen Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi bahan renungan  bagi generasi muda. Karena yang dinamakan ‘bangkit’ disini adalah mencapai seluruh aspek kehidupan, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, mental, sosial dan budaya, serta banyak hal lainnya yang mendukung untuk tercapainya kemajuan bangsa.

Hari ini, Senin (20/5), merupakan Hari Kebangkitan Nasional berdasarkan sejarah. Akankah hanya dijadikan seremonial belaka atau sekadar apresiasi terhadap jasa para pahlawan pada waktu itu? Ataukah akan dimaknai bahwa hari ini dan selanjutnya negeri ini harus bangkit untuk memperbaiki sistem pendidikan yang akan melahirkan generasi cerdas dan bermoral.

Untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini, memang sebaiknya dimulai dari diri sendiri dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Jika generasi muda tidak bisa memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini dengan berusaha menjadi lebih baik, maka kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin terpuruk, dengan terlihat dari kebodohan, kemiskinan, angka pengangguran yang makin meningkat. Ini artinya, pesan pejuang untuk bangkit dari keterjajahan yang sesungguhnya belum tercapai.

 

 

PENGUMUMAN DARI TOSERBA YOGYA H.Z.

Daftar nama siswa yang dapat mengikuti proses lebih lanjut berikut diharapkan dapat menghubungi bagian Personalia YOGYA H.Z. Tasikmalaya Cabang Penempatan pada tanggal 16 Mei 2013 dengan berpakaian bebas sopan.

1. Nurmala Rakatia (Customer Relation)

2. Sri Renjani (Keamanan)

3. Maya Meilan Nur Muffni (Kasir)

4. Nening Husniati (Kasir)

5. Rini Anggraeni (Kasir)

6. Desi Shopitullah (Service Crew)

7. Rini Anggraeni (Service Crew)

8. Amiara Nur Mawaddah (Service Crew)

9. Annisa Mujahidah (Service Crew)

10. Ira Armilah (Service Crew)

11. Putri Pebriani (Service Crew)

12. Rini Melawati (Service Crew)

13. Okky Ahmad M. (Service Crew)

14. Riswan Andriana (Service Crew)

15. Dede Syarifudin (Service Crew)

16. Deni Wahyudi (Service Crew)

17. Sansi Renaldy (Service Crew)

18. Rizky Adi Bastian (Service Crew)

19. Rendi Rohimat (Service Crew)

20. Muhammad Ade Iqbal (Service Crew)

21. Topan Cahaya (Service Crew)

22. Rian Koswara (Service Crew)

23. Teguh Firmansyah (Service Crew)

24. Gingin Munajar (Service Crew)

25. Rahmat Nurahman (Service Crew)

26. Angga Yoga Pratama (Service Crew)

27. Dian Irawan (Service Crew)

 

 

Pengumuman Hasil Seleksi Calon Karyawan Yogya Mitra Batik Tasikmalaya

Siswa SMKN 1 Kota Tasikmalaya berikut diharapkan menghubungi bagian personalia setempat pada tanggal 14 Mei 2013 pukul 09.00 WIB untuk mengikuti Test lebih lanjut.

A. BAGIAN KASIR

1. AAM SITI KHODIJAH

2. APRILIA ADIS A

3. AYU SRI RAHAYU

4. DINI NURUL SAHARA

5. EVA SURYAWATI SAMOSIR

6. FITRI SITI SAAADAH

7. RESTI TRI WAHYUNI

8. YULI YULIAWATI

 

B. BAGIAN SERVICE CREW

1. AIMAN FAISAL F

2. AIP ZULFIKAR

 

PENGUMUMAN UNTUK SISWA KLS XII

1. Untuk Siswa kelas XII yang belum mengambil undangan perpisahan silahkan segera menghubungi Bu Dra. Yetty SR pada hari selasa di sekolah pada waktu istirahat. Tentu saja setelah Anda menyelesaikan kewajiban demi kelancaran acara perpisahan.

 

2. PT Wardah & BFI

Membutuhkan tenaga kerja lulusan SMK semua kompetensi keahlian untuk posisi :

1. Assistant Design Grafis

2. TM Staf (Technic & Maintenance)

3. IT Staf (Information Technology)

4. Admin

5. Logistik

6. Collector

7. Salesman

 

Siswa yang berminat hadir di acara presentasi interview pada hari kamis 16 Mei 2013 pukul 08.00 di aula SMKN 1 Kota Tasikmalaya

 

 

 

Makna Hari Pendidikan Nasional bagi Bangsa : Sebuah opini Hardiknas, 2 Mei 2013

2 Mei, tanggal itu menjadi tanggal yang sangat bermakna bagi kalangan siswa, guru, dan mereka yang merasakan manfaat dari pendidikan. Pendidikan bagi sebagian kalangan menjadi hal yang biasa, dan sebagian lainnya menganggap sebagai hal yang sangat luar biasa. Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh mutu pendidikan di suatu bangsa tersebut, ungkapan itulah yang mungkin harus kita resapi lebih jauh.


Makna mendidik, kini sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian pendidik masa kini. Hal ini dibuktikan adanya sebagian tenaga pendidik yang hanya menjalankan tugasnya untuk menghabiskan bahan ajar sesuai waktu yang ditentukan dalam RPP mereka (baca: Rencana Pokok Pengajaran). Ada sebagian guru/dosen yang hanya memberikan materi tanpa melakukan proses “pendidikan”. Ada ungkapan bahwa, Mendidik Bukan sekedar Mengajar, hal ini hendaknya perlu untuk dimaknai. Bahwa kegiatan yang namanya mendidik, bukanlah hanya sekedar mengajar dan menyampaikan materi, namun ada pesan moral yang harus senantiasa disisipkan dalam setiap proses pembelajaran. Seperti halnya pembelajaran kelompok, pesan moral dalam kerja kelompok adalah, siswa dididik untuk dapat bekerja bergotongroyong, saling membantu satu sama lain, dan mampu memiliki jiwa kebersamaan. Terkadang hal tersebut kurang dimaknai oleh sebagian tenaga pendidik kita.


Adanya fenomena tersebut, pemerintah telah berupaya dengan memberikan kebijakan-kebijakan yang akan mengarahkan tenaga pendidik untuk menjadi insan pembaharu, pembentuk generasi bangsa. Dengan sistim pendidikan yang ada, pemerintah mencoba untuk semakin meningkatkan mutu pendidikan di negara kita tercinta ini. Berbagai kebijakan tentang pendidikan, dan tenaga kependidikan telah banyak dilahirkan oleh jajaran pemerintahan.


Satu diantara kebijakan baru-baru ini adalah kebijakan Sertifikasi Guru dan Dosen. Kebijakan ini menuntuk tenaga pendidik untuk dapat bekerja lebih professional di bidangnya. Kini, tenaga pendidik dituntut untuk senantiasa mengembangkan ilmunya seiring perkembangan zaman. Hal ini ditempuh melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan sebagainya. Walaupun di lapangan tidak sedikit diantara mereka melakukannya dengan terpaksa, karene tuntutan profesi mereka. Tak sedikit pula diantara mereka yang menempuh jalan pintas dengan membeli penelitian orang lain untuk kepentingan sertifikasi mereka.


Kesadaran masing-masing individu tenaga pendidik memang harus dibangun perlahan-lahan demi kemajuan pendidikan bersama. Mereka akan dihargai oleh murid-murid mereka jika mereka dapat menjadikan diri mereka sebagai tauladan bagi anak didik mereka. Guru atau Dosen yang layak ditauladani akan lebih dihormati oleh anak didik mereka.
Penghormatan murid kepada gurunya tak lagi seperti dulu. zaman telah berubah, entah apa yang terjadi, apakah hal ini pengaruh dari sistem pendidikan baik secara kecil maupun nasional, ataukah memang bangsa kita belum siap dengan terpaan teknologi yang menerpa dari berbagai sendi kehidupan kita?

Makna hari pendidikan  adalah hari sebagai titik balik semangat memajukan pemikiran bangsa terhadap berbagai terpaan kemajuan teknologi yang akan semakin menggeser khasanah budaya, jika kita terlambat untuk memberikan pendidikan yang tepat kepada generasi bangsa kita.

Masih sempatkah kita memikirkan bahwa apa yang kita ajarkan, apa yang kita lakukan, akan berimbas pada nasib bangsa kelak? Sebagai Pendidik kita tidak hanya bertanggungjawab kepada kepala sekolah, atau rektor, namun sebagai pendidik kita juga bertanggungjawab kepada Tuhan sebagai pembentuk moral generasi manusia…

(dikutip dari berbagai sumber)